Pesan Haru Dari Istri Kru KRI Nanggala-402, Baru 2 Bulan Nikah

  • Whatsapp

Keluarga dari dari kru KRI Nanggala-402 yang gugur bersama tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan selat Bali kini sedang diselimuti oleh rasa duka yang mendalam. Salah satunya adalah keluarga Serda Ede Pandu yang berasal dari Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi.

Kesedihan sangat tampak ketika Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Komandan Pangkalan Angkatan Laut, Letkol Laut Eros Wasis berkunjung dan bertemu dengan istri dari Serda Ede, Mega Dian Pratiwi.

Read More

Pada pertemuan ini, Ipuk ingin memberi semangat pada keluarga dari kru yang gugur dengan Nanggala-402. Namun, Kehadiran Ipuk ini membuat Mega kembali sedih karena ingat sang suami. Mega pun akhirnya menangis sambil memegang pundak Ipuk dengan erat.

“Suami saya sudah tenang di sisi Allah, Bu,” tutur Mega di sela tangisnya. Seperti yang brilio.net kutip dari akun Instagram @bwi24jam.

“Aamiin…aamiin. InsyaAllah Mas Pandu syahid, syahid, syahid. Sabar, ikhlas ya mbak,” kata Bupati Ipuk.

Kisah Serda Pandu cukup miris karena keduanya baru saja menikah selama dua bulan. Pada Rabu (21/4) dini hari, tepatnya pukul 2.00 dini hari, Mega dengan sang suami masih bertukar pesan lewat chat.

“Mas Pandu pamit berlayar, minta doa supaya lancar. Setelah itu ponselnya tidak bisa dihubungi,” ujar Mega.

Doa yang dipinta oleh sang suami adalah pesan terakhir sang suami, sebelum akhirnya ponselnya tidak bisa dihubungi dan akhirnya dinyatakan gugur bersama dengan tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Dari pertemuan ini juga Ipuk menyatakan rasa belasungkawa yang terdalam dari hati, dan akan membantu keluarga terkait semua hal yang dibutuhkan oleh keluarga korban KRI Nanggala-402. Selain itu Ipuk juga siap muntuk menyediakan Psikolog untuk memulihkan mental dari keluarga korban yang ditinggalkan bila memang diperlukan.

Selain keluarga Serda Ede Pandu, masih ada lagi keluarga korban KRI Nanggala-402 asla Banyuwangi, yaitu Sertu Dedi Hari Susilo.

Ipuk juga nggak lupa berkunjung ke keluarga Sertu Dedi, untuk mengucapkan rasa belasungkawa dan berjanji juga akan membantu keluarga Sertu Dedi, Fitri Arumsari adalah seorang yang pernah mengabdi pada negara dengan berprofesi sebagai guru.

Bupati Ipuk pun menginstruksikan kepada dinas terkait untuk membantu istri korban. Diketahui, istri Serda Pandu merupakan bidan magang di Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro. Sementara istri Sertu Dedi pernah mengabdi sebagai guru honorer di SDN Pakis sebelum mengikuti suaminya bertugas ke Surabaya.

“Kami upayakan memberikan prioritas bagi keluarga untuk seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun depan. Ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa Mas Pandu dan Mas Dedi, meski pastinya ini tidak sebanding dengan pengabdian tulus beliau kepada bangsa,” ungkap Ipuk.

Related posts